LOCERITA.CO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengganti pimpinan DPD Golkar Sumatera Utara menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) periode 2025 – 2030. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mencopot Musa Rajekshah alias Ijeck dari jabatan Ketua DPD Golkar Sumut dan menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Langkah ini menandai konsolidasi internal partai untuk memastikan agenda Musda berjalan sesuai aturan. Pergantian pimpinan tersebut langsung memicu dinamika di internal Golkar Sumut.
DPP Golkar Tegaskan Pergantian Bersifat Organisasi
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji membenarkan pencopotan Ijeck. Ia menegaskan bahwa DPP Golkar mengambil keputusan itu semata-mata untuk kepentingan organisasi.
“Pergantian ini hanya untuk kepentingan penyelenggaraan Musda,” kata Sarmuji saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Menurut Sarmuji, DPP Golkar membutuhkan figur yang fokus mengawal tahapan Musda. Ahmad Doli Kurnia Tanjung dinilai memenuhi kriteria tersebut karena pengalaman panjangnya di struktur partai dan parlemen.
Sarmuji juga menepis anggapan bahwa pencopotan Ijeck berkaitan dengan sanksi atau penilaian negatif. Ia menegaskan Golkar tetap memberikan kepercayaan kepada Ijeck.
“Pak Ijeck akan kami tarik menjadi pengurus DPP,” ujar Sarmuji.
Penunjukan Plt Berdasarkan SK DPP Golkar
Keputusan pergantian pimpinan ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025. DPP Golkar menetapkan SK tersebut di Jakarta pada 14 Desember 2025.
Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekjen Sarmuji menandatangani langsung surat keputusan itu. Melalui SK tersebut, DPP memberikan mandat penuh kepada Ahmad Doli Kurnia untuk memimpin DPD Golkar Sumut hingga Musda selesai.
Sebagai Plt, Doli bertugas melakukan konsolidasi organisasi, berkoordinasi dengan DPC kabupaten dan kota, serta menyiapkan seluruh kebutuhan Musda. DPP Golkar meminta Plt Ketua menjaga netralitas dan stabilitas internal.
Pengunduran Diri Sekretaris DPD Warnai Dinamika
Pergantian pimpinan ini memicu reaksi dari internal Golkar Sumut. Sekretaris DPD Golkar Sumut Ilhamsyah memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menyampaikan sikap tersebut sebagai bentuk keberatan atas keputusan DPP.
Ilhamsyah menilai terdapat upaya sistematis untuk melengserkan Ijeck. Ia menyebut adanya framing yang sengaja dibangun di internal partai daerah.
“Saya melihat ada upaya mem-framing agar Ketua Ijeck disingkirkan dengan berbagai cara,” kata Ilhamsyah, Kamis (18/12).
Ia juga mengkritik pola pengelolaan organisasi di Golkar Sumut. Menurutnya, kepentingan personal sejumlah pihak mulai mendominasi dan mengganggu soliditas kader.
DPP Golkar Fokus Jaga Soliditas Jelang Musda
DPP Golkar tetap meminta seluruh kader di Sumatera Utara menjaga soliditas partai. Partai menilai penunjukan pelaksana tugas sebagai mekanisme yang sah dan lazim dalam organisasi.
Golkar berharap Ahmad Doli Kurnia mampu meredam ketegangan internal. DPP juga meminta seluruh kader menghormati proses Musda sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan di daerah.
Musda Golkar Sumut akan menentukan arah kepemimpinan partai untuk lima tahun ke depan. DPP menilai agenda ini penting untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik nasional dan daerah.Dengan pergantian pimpinan ini, Golkar berupaya memastikan transisi kepemimpinan berjalan tertib, demokratis, dan sesuai aturan partai.













